PENILAIAN KELOMPOK BINA LANSIA (BKL) TINGKAT NASIONAL

By 06 Okt 2016, 08:51:48 WIBEksekutif

PENILAIAN KELOMPOK BINA LANSIA (BKL) TINGKAT NASIONAL

Memasuki usia yang tidak muda lagi bukan menjadi halangan untuk tetap aktif dan produktif. Untuk memberikan dukungan bagi kegiatan lansia di hari tuanya, Pemerintah Pusat melalui BKKBN RI mengadakan Program Kelompok Bina Lansia (BKL) di seluruh Indonesia.

BKL atau Bina Keluarga Lansia adalah kelompok kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan keluarga yang memiliki lanjut usia dalam pengasuhan, perawatan, dan pemberdayaan lansia agar dapat meningkatkan kesejahteraannya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan lansia melalui kepedulian dan peran keluarga dalam mewujudkan lansia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, produktif, dan bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.

Untuk lebih memotivasi kelompok BKL maka pemerintah mengadakan verifikasi dan seleksi serta memberikan penghargaan bagi Kelompok BKL yang terbaik. AdapunT yang menjadi kriteria penilaian menurut Kepala BKBPP Bartim, Ir. CHARIA ENY, M.AP adalah kader terbaik dalam memberikan penyuluhan maupun pelayanan kesehatan, ketrampilan lansia dalam membuat benda-benda kerajinan seperti anyaman, ketertiban pengurus BKL dalam mengelola administrasi, dll.

Pada hari Jumat (17/06) Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) di Desa Tewah Pupuh, Kec.Benua Lima memperoleh kesempatan untuk dinilai oleh Tim Penilai BKKBN RI dan kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Barito Timur, dan dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bartim, Tim Penilai dari BKKBN RI, Perwakilan dari BKKBN Prov. Kalteng, Perwakilan DPRD Kab. Bartim, Ketua BKBPP Kab. Bartim, Camat Benua Lima, segenap unsur Muspika Benua Lima, Kades Tewah Pupuh, pengurus dan pengelola Kelompok BKL Kec. Benua Lima beserta para undangan.

Ketua Tim Penilai BKKBN RI, KARTONO, SH, M.Pd mengharapkan dengan adanya program pemerintah ini, para lansia tidak hanya menjadi beban keluarga/bahkan Negara, tetapi menjadi lansia yang aktif dan berguna bagi keluarga dan juga masyarakat. Wabup Bartim, H. SURIANSYAH dalam Sambutannya mengatakan, “Pembangunan Keluarga Lansia berkaitan erat dengan 8 fungsi keluarga yaitu : fungsi agama, fungsi social budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi social pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi lingkungan sehingga sangat diperlukan dan didukung oleh semua pihak.” (TLD,red)


Lihat semua komentar

Beri Komentar

Banner Iklan 2

Logon Fan Page

Poling

Pendapat anda tentang keterbukaan informasi publik?
  Penting
  Kurang Penting
  Tidak Penting
  Tidak tahu