Direktorat Jenderal Kebudayaan Menghimbau Pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya

By 29 Jan 2016, 11:32:35 WIBSeni & Budaya

Direktorat Jenderal Kebudayaan Menghimbau Pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya

Direktur Jenderal Kebudayaan Kacung Marijan mengatakan,Indonesia memiliki 66.573 cagar budaya yang  terdaftar. Tetapi dari jumlah tersebut, baru 1.003 cagar budaya yang resmi ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah. Salah satu kendalanya adalah belum dibentuknya tim ahli cagar budaya di setiap kabupaten, kota dan provinsi. Karena itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendesak dilakukannya pembentukan tim ahli cagar budaya di daerah-daerah.

Kacung mengatakan, anggota Tim Ahli Cagar Budaya Nasional minimal berjumlah 13 orang, sedangkan untuk Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi berjumlah sembilan orang. “Tim cagar budaya ini terdiri dari orang-orang yang punya banyak keahlian. Mereka mengetahui pengetahuan tentang cagar budaya yang baik. Bisa dari arkeolog, ahli sejarah, antropolog, arsitek, geologi, juga  geografi,” ujar Kacung.

Ia mengatakan, Tim Ahli Cagar Budaya Tingkat Nasional sudah melakukan pelatihan kepada beberapa tim ahli cagar budaya di daerah-daerah. Salah satu solusi yang dilakukan Kemendikbuduntuk mendorong segera dibentuknya tim ahli cagar budaya di daerah adalah dengan metode “jemput bola”, yaitu dengan mendatangi daerah-daerah untuk melakukan sosialisasi tentang  pembentukan tim ahli cagar budaya, hingga penjelasan teknis pembentukannya.

“Dulu kita kumpulkan dari semua provinsi di seluruh Indonesia. Ini tidak efektif. Kita akan datang ke daerah-daerah ke beberapa provinsi, kemudian  kalau dibutuhkan asistensi khusus ke kabupaten  tertentu maka kita akan lakukan. Kita akan jemput bola supaya tim cagar budaya ini cepat terbentuk,” tutur Kacung. Ia menargetkan, pada akhir tahun 2019 nanti tim ahli cagar budaya di sebagian besar daerah-daerah di Indonesia sudah terbentuk.

Tim Ahli Cagar Budaya Nasional dibentuk melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 039/P/2015. Kegiatan kajian oleh Tim Ahli Cagar Budaya Nasional terhadap usulan penetapan cagar budaya  telah berlangsung sejak tahun 2013, yang selanjutnya menghasilkan suatu rekomendasi penetapan yang diserahkan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat nasional.  

Cagar budaya yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat nasional hingga saat ini berjumlah 50 cagar budaya. Pada tahun 2013 ditetapkan 12 Cagar Budaya Peringkat Nasional yang terdiri dari enam Benda Cagar Budaya, empat Bangunan Cagar Budaya dan dua Kawasan Cagar Budaya. Sedangkan tahun 2014 ditetapkan 19 Cagar Budaya Peringkat Nasional yang terdiri dari sembilan Benda Cagar Budaya, empat Bangunan Cagar Budaya, satu Struktur Cagar Budaya yaitu Tugu Pahlawan di Surabaya, dua Situs Cagar Budaya dan  tiga Kawasan Cagar Budaya. Untuk tahun 2015 telah ditetapkan 19 Cagar Budaya Peringkat Nasional yang terdiri dari empat Benda Cagar Budaya, 13 Bangunan Cagar Budaya dan  dua Kawasan Cagar Budaya.

Tugas Tim Ahli Cagar Budaya

Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) merupakan sekelompok ahli pelestarian dari berbagai bidang ilmu yang memiliki sertifikat kompetensi untuk memberikan rekomendasi penetapan, pemeringkatan, dan penghapusan Cagar Budaya (kepada menteri, gubernur, bupati/walikota). Tim ini diangkat dan diberhentikan oleh menteri, gubernur, bupati/walikota sesuai kewenangannya. Jumlah tim ahli untuk nasional adalah 9-15 orang, provinsi 7-9 orang, dan kabupaten/kota 5-7 orang. Masa kerja tim ini adalah dua tahun dan dapat diangkat kembali. Tugas tim yang memiliki prosedur dan tata cara kerja berikut ini, adalah sebagai:

  1. Menyusun dan menetapkan mekanisme kerja;
  2. Menyusun rencana kerja tahunan;
  3. Melakukan kajian atas berkas yang diusulkan sebagai Cagar Budaya oleh Tim Pendaftaran;
  4. Melakukan penyesuaian operasional dengan kebijakan Pemerintah/Pemerintah Daerah;
  5. Melakukan klasifikasi Cagar Budaya sesuai dengan pedoman Pemerintah;
  6. Meminta keterangan dari Pemerintah, Pemerintah Daerah, setiap orang, dan/atau Masyarakat Hukum Adat yang mendaftarkan objek pendaftaran;
  7. Mengusulkan perbaikan berkas kepada Tim Pendaftaran;
  8. Merekomendasikan objek pendaftaran yang berupa Benda Cagar Budaya dan/atau Situs Cagar Budaya berdasarkan Undang Undang Nomor 5, tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya, yang memenuhi kriteria untuk dinyatakan tetap sebagai Cagar Budaya kepada pejabat yang berwenang;
  9. Merekomendasikan penetapan Cagar Budaya;
  10. Menyusun dan merekomendasikan peringkat Cagar Budaya;
  11. Merekomendasikan pencatatan kembali Cagar Budaya yang hilang dan ditemukan kembali; dan
  12. Merekomendasikan penghapusan Cagar Budaya.

Sumber :

  1. http://bekasikab.go.id
  2. http://kebudayaan.kemdikbud.go.id

Unduh Surat Dirjen Kebudayaan


Lihat semua komentar

Beri Komentar

Banner Iklan 2

Logon Fan Page

Poling

Pendapat anda tentang keterbukaan informasi publik?
  Penting
  Kurang Penting
  Tidak Penting
  Tidak tahu